Rabu, 13 Januari 2021

4 Teh Ini Efektif Mengatasi Perut Kembung dan Begah

Seringkali ketika pencernaan terganggu, perut bisa mengalami kembung atau begah karena gas yang ada di dalam perut tak bisa dikeluarkan. Bukan hanya membuat perut tak nyaman tapi juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untungnya perut kembung mudah diatasi dengan minuman hangat agar membantu keluarnya gas. Tapi ada sekian teh yang paling efektif mengatasi perut kembung dan begah.

  1. Teh jahe

          Teh jahe atau mungkin lebih sering disebut jahe hangat atau wedang jahe, merupakan obat herbal           alami yang memiliki rasa hangat dan menenangkan serta menstimulasi pergerakan usus karena              memiliki sifat anti-inflamasi yang baik untuk pencernaan. Gas yang tertahan di dalam akan                   didorong keluar.

      2. Teh mint

         Ambil beberapa daun mint dan seduh dengan air panas, minum hangat-hangat teh mint dan                     kandungan mentolnya akan membantu melancarkan pencernaan. Sama halnya dengan jahe, mint             mampu mengurangi inflamasi dan mendorong gas yang terjebak di dalam perut untuk keluar.

      3. Teh chamomile

          Teh dari bunga chamomile ini bukan hanya mampu memberi efek relaksasi namun juga mampu              meredakan gejala iritasi usus. Teh chamomile terutama efektif mengatasi kembung karena                     intoleran laktosa. Secara alami kehangatan dari teh ini akan mendorong gas untuk dikeluarkan,              entah itu berupa sendawa atau pun kentut.

     4. Teh hijau

          Mengonsumsi teh hijau hangat akan mampu melancarkan pencernaan. Ini karena kandungan                  katekin dan antioksidannya yang tinggi. Teh hijau membantu mengurangi iritasi da efek racun               penyebab perut kembung dan begah dan membantu mendorong gas untuk keluar.


Penyebab Penyakit Telinga

 

Penyakit telinga dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari penumpukan kotoran telinga hingga infeksi. Kondisi ini membuat bagian-bagian telinga menjadi terganggu dan menyebabkan penurunan fungsi pendengaran, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Penyebab Infeksi Telinga

Infeksi telinga tengah umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang telinga bagian tengah. Infeksi ini sering kali terjadi akibat penyakit lain, misalnya infeksi saluran pernapasan atau alergi, yang menyebabkan kongesti dan pembengkakan dari saluran hidung, tenggorokan, atau telinga.

Beberapa faktor risiko untuk infeksi telinga adalah:

  • Usia. Anak-anak yang berusia 6 bulan hingga 2 tahun lebih rentan terhadap infeksi telinga karena ukuran dan bentuk dari tuba eustachia di telinga serta sistem daya tahan tubuh yang belum sempurna.
  • Kualitas udara sekitar. Ekspos terhadap asap rokok atau polusi udara yang berat dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga.
  • Faktor musim. Infeksi telinga lebih sering terjadi pada musim di mana batuk dan pilek lebih sering muncul.

Gejala Infeksi Telinga
Timbulnya tanda dan gejala dari infeksi telinga tengah umumnya cepat. Pada anak-anak, tanda dan gejala yang cukup sering terjadi adalah:
  • Nyeri pada telinga, terutama saat berbaring
  • Sering menarik telinga
  • Kesulitan untuk tidur
  • Menangis lebih dari biasanya
  • Tampak lebih rewel dari biasanya
  • Kesulitan mendengar atau menunjukkan respons terhadap suara
  • Hilangnya keseimbangan
  • Demam dengan suhu tubuh 38C atau lebih
  • Terdapat cairan yang keluar dari telinga
  • Nyeri kepala
  • Penurunan nafsu makan
Pada orang dewasa, tanda dan gejala yang cukup sering terjadi adalah:
  • Nyeri pada telinga
  • Terdapat cairan yang keluar dari telinga
  • Penurunan kemampuan mendengar
Pencegahan Untuk mencegah infeksi telinga, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut: 
  • Menjaga kebersihan, Hal ini bisa kita lakukan dengan rutin mencuci tangan dan tidak berbagai alat makan dengan orang lain. Menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang bisa memicu infeksi telinga, seperti pilek.
  • Hindari asap rokok, Pastikan tempat Anda berada jauh dari asap rokok karena paparan asap rokok juga bisa memicu infeksi telinga.
  • Vaksin, Terutama untuk anak-anak, vaksin sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit - seperti flu dan pneumokokus - yang bisa memicu infeksi telinga.

Penyakit Asam Lambung

 

Penyakit asam lambung dikenal juga dengan istilah sakit mag, indigestion, atau dispepsia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala gangguan saluran pencernaan bagian atas yang terjadi bersamaan.

Penyakit asam lambung terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Penyebabnya dapat karena berbagai hal, seperti luka pada lapisan dalam lambung, konsumsi makanan dan minuman yang dapat mengiritasi lambung, infeksi bakteri, stres, atau efek samping penggunaan obat-obatan.

Gejala Penyakit Asam Lambung

Berikut ini berbagai gejala penyakit asam lambung, antara lain: 

  • Rasa terbakar di dada atau nyeri bagian ulu hati.
  • Kesulitan menelan.
  • Munculnya rasa asam dan pahit di kerongkongan dan mulut.
  • Batuk kering secara terus-menerus di malam hari.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Adanya bau tidak sedap pada napas.
  • Gigi menjadi rusak.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

Ada berbagai macam cara untuk mengobati asam lambung, seperti penanganan oleh diri sendiri dan menggunakan obat khusus penyakit asam lambung. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit asam lambung:
  • Makan dengan porsi yang kecil, tetapi sering.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari cokelat, tomat, serta makanan berlemak dan pedas
  • Turunkan berat badan, jika memang diperlukan.
  • Tidur menggunakan bantal yang lebih tinggi.
Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Keluhan penyakit asam lambung naik dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat. Anjuran pola makan yang baik dan benar sebaiknya dijadikan pegangan.

Ini termasuk makan pada waktunya, makan secukupnya dan tidak berlebihan, serta memilih jenis makanan alami yang kaya serat dan rendah lemak.

Selain itu, aktivitas fisik yang cukup, rutin berolahraga, istirahat yang memadai, dan mengelola stres dengan baik juga sangat membantu mencegah timbulnya keluhan asam lambung.

Manis dan Sehatnya Kayu Manis

 

Aromanya yang harum dan rasanya yang khas membuat kayu manis biasa digunakan sebagai pelengkap pada kue atau pada minuman. Selain harum dan manis, kayu manis juga memiliki bermanfaat untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang dirasakan oleh tubuh. Mari berkenalan dengan rempah-rempah manis ini.

Mengenal Kayu Manis

Cinnamon merupakan nama lain dari kayu manis yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti kayu yang manis. Tanaman ini banyak tumbuh di Pulau Jawa. Termasuk dalam famili Laureceae, pohon kayu manis (atau nama ilmiahnya Cinnamomum zeylanicum), pohon kayu memiliki tinggi maksimum 9 meter dengan kulit kayu berwarna abu-abu licin. Daunnya berbentuk mata tombak dengan panjang sekitar 20 cm dan lebar 5 cm. Daun berwarna hijau pada bagian atas dan warna putih pada bagian bawah. Berbunga kecil dengan warna putih atau kekuning-kuningan yang membentuk gugusan.

Bagian dari pohon kayu manis yang dimanfaatkan adalah kayu bagian dalam yang berwarna lebih gelap karena pada bagian dalam tercium bau yang harum sedangkan kulit bagian luar tidak berbau harum. Bagian dalam kulit kayu ini akan dikeringkan di bawah sinar matahari. Hasilnya, kulit kayu akan membentuk gulungan yang kemudian dipotong sepanjang 5-8 cm menjadi batang-batang kecil atau ditumbuk menjadi bentuk bubuk. Bentuk seperti inilah yang biasa kita temukan dan dimanfaatkan sebagai pengharum dan penambah rasa pada makanan, minuman atau dijadikan bahan aromaterapi dan parfum. 

Cara Penyajian Kayu Manis

Beberapa cara penyajian kayu manis sebagai penikmat pada makanan dan minuman antara lain:

  • Gunakan batang kayu manis ukuran kecil sebagai pengaduk pada minuman panas seperti cokelat, susu panas atau pada minuman sereal
  • Diseduh bersamaan dengan teh.
  • Campurkan bubuk kayu manis pada kue atau tambahkan potongan-potongan kecil kayu manis sebagai penghias kue Anda.
  • Dipakai sebagai bumbu pada masakan seperti saat memmbuat nasi, pasta, daging atau sayur.

Manfaat Kayu Manis

Selain sebagai pengharum dan penguat rasa pada makanan dan minuman, kayu manis atau cinnamon memiliki beberapa khasiat untuk meredakan masalah kesehatan karena kayu manis mengandung mangan, zat besi dan kalsium. Manfaatnya untuk keluhan kesehatan, antara lain untuk menurunkan gula darah, menurunkan kolestrol, menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya ingat, meredakan nyeri otot dan sendi, mengatasi masalah gusi dan gigi, sariawan, meredakan sakit kepala, migren, mengatasi radang tenggorokan, meringankan masalah perut dan kram saat haid serta menghilangkan masalah bau mulut.

Anda dapat meminum rebusan parutan kayu manis untuk mencoba mengatasi masalah kesehatan yang Anda alami apabila Anda tidak mencampur dengan makanan atau minuman. Untuk masalah radang tenggorokan, sariawan atau bau mulut, cukup dengan berkumur dengan rebusan air dengan perbandingan ½ sendok teh kayu manis dengan 1 gelas air.

Untuk penyimpanan lebih lama, kayu manis dalam bentuk bubuk lebih tepat karena dapat disimpan selama 6 bulan, sedangkan kayu manis batangan tidak selama kayu manis dalam bentuk bubuk. Simpan kayu manis dalam tempat yang sejuk, kering dan gelap.

Hindari Makan Malam Sebelum Tidur

 

Banyak dari kita, memakan camilan sebelum tidur merupakan ritual yang menyenangkan dan memuaskan. Mulai dari makan keripik, biskuit, sereal, hingga keju sebelum tidur dilakukan agar nantinya tak terasa lapar saat tidur.

Pada saat yang bersamaan juga kamu pasti pernah mendengar bahwa untuk tidak makan di malam hari karena itu buruk bagi pencernaan dan berat badan.

Ketika sedang dalam program pengurangan berat badan atau diet, makan malam sering dianggap sebagai penghambat sehingga disarankan agar menghindari makan malam menjelang tidur. Kebiasaan makan sebelum tidur dapat membuat Anda cepat gemuk! Apa alasan dibalik pendapat tersebut? Ini dia jawabannya.

4 Jam Sebelum Tidur

Sebenarnya, tidak salah untuk mengkonsumsi makanan pada malam hari. Alasan sebenarnya adalah agar tidak makan dalam jangka waktu 4 jam sebelum tidur. Dengan kata lain, sebaiknya tidur dengan lambung yang sudah kosong. Karena diperlukan waktu sekitar 4 jam untuk mencerna makanan, maka berikan jeda waktu 4 jam dari sejak Anda makan sampai waktu tidur. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena saat tidur, tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan 30 menit setelah Anda tidur. Hormon ini juga dihasilkan pada saat Anda berolahraga. Ini adalah hormon yang berperan pada pertumbuhan dan bertugas untuk memecah lemak. 

Syarat agar hormon pertumbuhan dapat keluar dengan sempurna adalah lambung harus kosong. Jika hormon pertumbuhan keluar pada saat tidur, maka proses penguraian lemak akan semakin meningkat dan tubuh berada dalam keadaan siap membakar lemak. Hasilnya tubuh akan mudah menjadi langsing. Hormon pertumbuhan akan semakin banyak dihasilkan jika suhu tubuh dalam keadaan hangat. Cara yang dapat dilakukan agar mencapai kondisi tersebut adalah dengan melakukan latihan otot selama 5 menit lalu berendam atau mandi dengan air hangat bersuhu 41 derajat sebelum tidur.

Kebiasaan Makan Sebelum Tidur

Akan terjadi hal sebaliknya jika Anda tidur dengan lambung terisi makanan. Jika Anda tidur dalam kondisi ini, maka hormon pertumbuhan tidak keluar sehingga tidak ada proses pemecahan lemak. Sebaliknya, makanan yang ada akan tertimbun menjadi lemak. Hasilnya, akan membuat tubuh menjadi gemuk. Proses ini disebut sebagai anabolisme.

Katabolisme dan Anabolisme

Secara singkat, proses katabolisme dan anabolisme dapat digambarkan seperti berikut:

Tidur dengan lambung kosong » Hormon pertumbuhan dikeluarkan » Katabolisme » Pemecahan Lemak » Langsing

Tidur dengan lambung terisi makanan » Hormon pertumbuhan tidak keluar » Anabolisme » Lemak bertambah » Gemuk

Agar dapat memperoleh penurunan berat badan yang maksimal, maka jangan lupa berolahraga pada esok harinya agar lemak yang telah terpecah akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk energi. Olahraga yang cocok adalah olahraga aerobik seperti jalan atau lari pagi.

Apabila proses anabolisme yang terjadi (tidur dengan perut terisi makanan), maka hasilnya tidak akan maksimal walau Anda melakukan olahraga pada keesokan harinya karena tubuh harus mulai dari proses penguraian lemak. Sedangkan pada proses katabolisme, proses penguraian lemak sudah terjadi. Hasilnya, lemak yang dihancurkan tidak sebanyak jika ada proses katabolisme pada malam harinya.

Jus dan Buah

Cara lain adalah dengan mengkonsumsi jus atau makan buah pada malam hari. Proses yang diperlukan untuk mencerna jus tidak selama apabila Anda makan makanan lainnya yang mengandung karbohidrat atau makanan yang mengandung lemak. Jika makan malam dengan menu biasa memerlukan waktu 4 jam sampai perut kosong, maka pada pencernaan jus atau buah hanya diperlukan 2 jam sampai perut kosong. Sehingga Anda dapat tidur lebih cepat.

Pentingnya Menjaga Asupan Gizi Selama Pandemi Covid-19

 
Pandemi COVID-19 yang senantiasa meningkat hingga awal 2021 ini masih memberikan rasa kekhawatiran yang cukup berat. Jumlah kasus infeksi COVID-19 di Indonesia yang bertambah setiap harinya merupakan fakta yang harus dihadapi dengan bijak oleh masyarakat dengan jumlah pasien yang didiagnosis sembuh dari COVID-19 juga turut meningkat. Oleh karena itu, salah satu cara yang efektif untuk mencegah terjadinya infeksi COVID-19, selain melakukan protokol kesehatan, adalah dengan meningkatkan sistem imun. Salah satu cara untuk meningkatkan imun selama masa pandemi ini adalah dengan melaksanakan pola makan gizi seimbang yang sehat. Dengan asupan makan yang cukup baik dari segi jumlah, jenis, dan frekuensinya, maka imunitas akan terjaga sehingga mampu menangkal penyakit infeksi. Jika terlanjur terinfeksi, penyembuhannya akan lebih cepat.jika kita memilki imunitas yang terjaga.


Anjuran tentang asupan gizi seimbang memang tidak diiringi dengan jaminan bahwa individu atau masyarakat akan menjadi kebal dari infeksi dan transmisi. Namun langkah yang diambil dengan tujuan untuk meminimalisir dampak melalui asupan makanan sehari-hari merupakan fenomena yang krusial.

Asupan gizi yang dapat dikombinasikan secara seimbang dalam menu makanan sehari-hari dalam upaya menjaga imunitas tubuh sebagai berikut:

Vitamin A,B,C dan E

Vitamin A memiliki peran dalam memelihara struktur dan fungsi fisiologis tubuh, terutama pada organ-organ physical barriers seperti kulit, membran gastrointestinal, dan saluran pernapasan (de Faria, 2020). kelompok vitamin B kompleks memiliki fungsi utama terhadap imunitas adaptif dan regulasi sel-sel limfosit (Clifford, J, 2019; Chowdury, A, l., 2020). Vitamin C merupakan zat antioksidan yang mampu menjaga imunitas tubuh dan menurunkan aktivitas mikroba di dalam tubuh (Carr C, Anita,. dan Maggini, S, 2017). Vitamin D memiliki peran yang penting dalam proses proliferasi sel dan kaitannya dengan inhibator sel natural killer. Vitamin E juga merupakan zat antioksidan yang meregulasi enzim-enzim di dalam tubuh serta menghentikan oksidasi asam lemmak tidak jenuh. Vitamin-vitamin ini dapat ditemukan pada buah, sayuran hijau, berjemur pada sinar matahari dan suplemen

Selenium

Selenium merupakan zat antioksidan yang memiliki interaksi utama dengan low-density lipoprotein (LDL). Berdasarkan sebuah penelitian mengenai interaksi virus SARS-CoV-2 dan selenium, ditemukan potensi perburukan gejala klinis akibat kekurangan selenium. Selenium secara langsung dapat mengurangi risiko stres oksidatif dan mereduksi dampak inflamasi yang mungkin terjadi (Lucia A Seale., dkk, 2020; Toth, R. dan Csapo, J., 2018). Pemenuhan kebutuhan selenium dapat dilakukan dengan mengonsumsi Telur, daging, susu, gandum dan sumber nabati dan hewani terfortifikasi selenium.

Zat Besi

Kadar zat besi di dalam tubuh dapat mempengaruhi bagaimana tubuh melindungi diri terhadap stres oksidatif dan infeksi. Tubuh memerlukan asupan zat besi yang cukup karena zat besi merupakan garda depan pada sistem imun bawaan saat terjadi infeksi (Cherayil, B., 2011). Sumber zat besi dapat ditemui dalam makanan sehari-hari adalah daging sapi, daging kambing, ikan, dan domba. Adapun sumber nabati dapat berupa bayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Seng 

Seng di dalam tubuh berperan sebagai zat antioksidan dan mempengaruhi aktivitas makrofag serta respons inflamasi yang merupakan beberapa  fase dari respon imun tubuh, fase respon imun tubuh tersebut memiliki kaitan erat pada saat terjadinya infeksi COVID-19 di dalam tubuh (Sloup, V., dkk,. 2017). Seng dapat dipenuhi kebutuhannya melalui konsumsi makanan hewani seperti daging sapi, kerang-kerangan serta kacang-kacangan dan lentil dari kelompok nabati.

Pemenuhan kecukupan dan kebutuhan zat gizi mikro, berupa kelompok vitamin dan mineral untuk menjaga imunitas tubuh dapat disesuaikan dengan memodifikasi menu makanan rumah tangga sehari-hari dengan bahan makanan yang mengandung zat gizi mikro beserta enhancer penyerapannya.

Porsi Tepat Nutrisi Tubuh

 

Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Agar dapat berfungsi optimal, tubuh memerlukan nutrisi lengkap. Makanan merupakan pemasok nutrisi bagi tubuh. Berdasarkan fungsinya, makanan dapat dikelompokkan menjadi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Terlalu banyak makan dengan nutrisi tidak tepat dapat membuat berat badan berlebihan dan menyebabkan berbagai penyakit. Berapa banyak porsi makanan yang disarankan? Berikut keterangan berapa porsi yang tepat untuk tubuh beserta fungsi dan makanan-makanan yang disarankan.

Karbohidrat 

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Rata-rata setiap 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4 kalori. Kebutuhan rata-rata manusia akan kalori adalah sebanyak 1200-2000 kalori. Kalori yang diperoleh dari karbohidrat disarankan sebanyak 45%-60% dari seluruh kebutuhan kalori. Namun, saat ini rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi 70%-80% karbohidrat. Kelebihan mengkonsumsi karbohidrat yang tidak digunakan akan disimpan sebagai lemak. 

Pada karbohidrat dapat diperoleh angka Indeks Glikemin (IG). Angka ini menunjukkan kandungan yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi angka IG, maka makanan tersebut akan meningkatkan gula darah lebih cepat. Sedangkan pada karbohidrat dengan angka IG yang rendah akan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah rasa ingin makan. Contoh karbohidrat dengan IG tinggi adalah roti, jagung dan kentang. Sedangkan, karbohidrat dengan IG rendah adalah gandum dan beras merah.

Protein 

Ada beragam fungsi protein bagi tubuh, mulai dari sumber energi¸ membentuk berbagai enzim dan hormon, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, memastikan kebutuhan protein harian sudah tercukupi dengan baik adalah hal yang penting. 

Protein dapat diperoleh dari hewan atau dari tumbuh-tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, misalnya daging, susu atau telur. Sedangkan protein dari tumbuhan disebut protein nabati yang terdapat pada kacang-kacangan. Protein hewani mengandung asam amino essensial lebih dibandingkan protein nabati.

Berat protein dalam tubuh sekitar 1/6 dari berat badan seseorang. Protein merupakan komponen kedua terbesar pada tubuh manusia setelah air. Setiap hari, kebutuhan manusia akan kalori adalah sebanyak 1 gram untuk setiap 1 kg berat seseorang. Rata-rata 1 gram protein akan menghasilkan 4 kalori.

Agar mendapatkan protein maksimal, hindari memasak dengan suhu tinggi dan menggunakan banyak minyak karena akan merusak protein yang ada. Disarankan untuk mengolah makanan berprotein dengan memanggang atau mengukus.

Lemak 

Lemak berfungsi sebagai cadangan energi dan untuk melindungi organ tubuh. Kebutuhan lemak yang tercukupi berguna untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, menjaga suhu tubuh, melarutkan vitamin A, D, E, K dan membantu metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Satu gram lemak dapat menghasilkan sekitar 90 kalori. Lemak harus dipenuhi sekitar 20%-30% dari total kebutuhan kalori.

Lemak terbagi atas 2, yaitu:

  • Lemak Baik

          Yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fat) yang biasa terdapat pada kacang-kacangan, ikan                        salmon, kenari dan alpukat. Lemak baik ini memiliki kandungan Asam Omega 3 yang berguna               untuk memelihara kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya                    jantung koroner.

  • Lemak Jahat

          Yaitu lemak Jenuh (saturated fat) dan lemak trans (trans fat) yang terdapat pada daging, jeroan                atau makanan yang digoreng. Lemak jahat yang berlebih akan meningkatkan kadar kolesterol                total dan LDL dalam darah. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyaklit jantung,                       tekanan darah tinggi dan pemicu diabetes.

Konsumsi lemak dalam sehari tidak boleh melebihi 35% dari total kebutuhan kalori harian dan agar bermanfaat, lemak yang dikonsumsi harus lemak baik (lemak tidak jenuh).

Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral bergungsi untuk mengatur dan mendukung berbagai proses yang terjadi dalam tubuh. Misalnya, proses pembentukan energi atau proses berpikir. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada buah dan sayuran. Satu porsi buah mennghasilkan sekitar 40 kalori. Disarankan agar setiap hari melakukan konsumsi 5-9 porsi buah. Buah dan sayur juga dapat memberikan serat.

Serat

Serat terutama berfungsi pada proses pencernaan dan menjaga tubuh sehat dengan mengkonsumsi serat pangan. Serat banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan serelia. Beberapa contoh buah dengan serat tinggi adalah pepaya, sirsak, apel dan jeruk. Pada sayuran, serat banyak terdapat pada kacang panjang, brokolim wortel, tauge, dan kangkung dengan kandungan 2-5 gram setiap 100 gram. Pada kacang-kacangan dan serelia, serat yang terkandungnya sebanyak 4-10 gram per 100 gram.