Selasa, 12 Januari 2021

Penyakit Stroke


Stroke merupakan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah arteri yang menuju ke dan di dalam otak. Dari data WHO, stroke merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia selama periode tahun 2000 – 2012. Stroke muncul ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi yang menuju ke otak mengalami penyumbatan ataupun pecah. Penyumbatan diakibatkan oleh adanya plak yang menempel pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Ketika hal ini terjadi, bagian otak yang berhubungan dengan pembuluh darah tersebut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi, yang berakibat sel-sel yang berada pada bagian tersebut akan mati. Sedangkan pecahnya pembuluh darah sebagai akibat dari tingginya tekanan darah yang terjadi terus menerus.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Sedangkan pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah dan menyebabkan terhamatnya aliran darah yang normal serta darah keluar ke jaringan otak.

Penyebab Stroke
Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:
  • Stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.
  • Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi hipertensi yang tidak terkendali, melemahnya dinding pembuluh darah, dan pengobatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.
Gejala stroke lainnya antara lain:
  • Pingsan
  • Kehilangan kesadaran
  • Kelumpuhan tiba- tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh
  • Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan koordinasi atau keseimbanga
  • Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidak mampuan untuk mengendalikan emosi.
Faktor Risiko Stroke
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko dari stroke. Faktor resiko yang berpotensi tinggi menyebabkan stroke:
  • Usia,
  • Riwayat keluarga,
  • Jenis kelamin,
  • Tekanan darah tinggi,
  • Merokok,
  • Diabetes mellitus,
  • Kolesterol tinggi,
  • Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko stroke,
  • Pola makan,
  • Kurangnya aktifitas fisik.
Penyebab Stroke
Terdapat berbagai penyebab stroke hemorhagik dan iskemik. 
Penyebab stroke hemorhagik antara lain:
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Koagulopati
  • Penggunaan obat pengencer darah
  • Malformasi atau gangguan pembuluh darah seperti: aneurisma, angioma cavernosa
  • Vaskulitis
  • Keganasan di otak
Penyebab stroke iskemik antara lain:
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Diabetes mellitus atau kencing manis
  • Penyakit jantung: atrial fibrilasi, gangguan katup, gagal jantung, stenosis mitral
  • Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi
  • Stenosis karotis
  • Hyperhomocystinemia
  • Obesitas atau kegemukan
  • Gaya hidup: konsumsi alkohol berlebih, merokok, penggunaan obat- obatan terlarang
  • Sickle cell disease
Pencegahan Stroke
  • Berhenti merokok
  • Senyawa kimia yang berada pada rokok dapat merusak pembuluh darah arteri. Berhenti merokok dapat mengurangi resiko mengalami stroke.
  • Mengontrol tekanan darah
  • Memastikan tekanan darah diperiksa sebulan sekali. Jika tekanan darah Anda tinggi maka memerlukan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi resiko terjadinya stroke.
  • Memiliki berat badan ideal.
  • Memiliki kadar kolesterol dalam darah tinggi.
  • Melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
  • Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak buah dan sayuran dan mengurangi konsumsi kolesterol.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengontrol kadar gula darah agar tetap terkontrol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar